• MIN 2 PANDEGLANG
  • UNGGUL, BERIMAN DAN PEDULI LINGKUNGAN

MIN 2 PANDEGLANG MELAKSANAKAN DOA BERSAMA DAN MAKAN KUPAT BERSAMA PADA REBO WAKESAN

Rebo Wekasan merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setiap hari Rabu pada bulan Safar dalam kalender Islam atau Hijriah. Adapun Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah, atau tepatnya setelah Muharam atau sebelum Rabi’ul Awal. Kegiatan pada Rebo Wekasan meliputi tahlilan atau zikir berjamaah, shalat sunah, dan berbagai makanan dalam bentuk selamatan.

            MIN 2 Pandeglang pada rebo wakesan tanggal 4 September 2024, Seluruh Dewan Guru, Staf Tata Usaha dan Seluruh siswa – siswi Min 2 Pandeglang dari kelas 1 sampai Kelas 6 berkumpul dilapamngan utama untuk melakukan doa bersama tolak bala dan dilanjutkan makan bersama sebuah ungkapan   rasa syukur  dan dijauhkan segala penyakit, yang dipandu oleh Pembina keagamaan, yang dipimpin langsung oleh ustad Asep Rifai beliau sebgai guru MIN 2 Pandeglang, program ini dilaksakan secara rutin setiap tahunnya.

Rutinitas masyarakat Mandalawangi setiap rebo wakesan berduyun duyun naik gunung pulosari menuju kawah / puncak gunung, sampai disana masyarakat melakukan doa bersama dan makan bersama, bertujuan ungkapan rasa syukur terhindar dari mara bahaya,

Asal-usul Rebo Wekasan, tradisi Rebo Wekasan pertama kali diadakan pada masa Wali Songo. Saat itu, banyak ulama yang menyebutkan bahwa pada bulan Safar, Allah SWT menurunkan lebih dari 500 macam penyakit.

Sebagai antisipasinya, para ulama kemudian melakukan tirakat dengan banyak beribadah dan berdoa. Diharapkan dengan melakukan hal tersebut, Allah SWT menjauhkan mereka dari segala penyakit dan malapetaka. Hingga kini, tradisi tersebut masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa tradisi Rebo Wekasan muncul pada awal abad ke-17 di Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

berikut sejumlah tradisi di sejumlah daerah yang memiliki cara dan sebutan berbeda-beda:

  1. Yogyakarta Rebo Wekasan dikenal juga sebagai Rebo Pungkasan oleh Masyarakat Desa Wonokromo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mbah Kiai Faqih Usman dikenal bisa menyembuhkan segala penyakit dan dapat memberikan berkah untuk kesuksesan usaha atau untuk tujuan-tujuan tertentu. Dahulu, upacara Rebo Pungkasan berada di tempuran Kali Opak dan Gajahwong. Namun, kemudian dipindahkan ke Lapangan Wonokromo yang terletak di depan Balai Desa Wonokromo. Puncak acara Rebo Wekasan di Desa Wonokromo biasanya dilakukan pada malam Rabu dengan mengarak lemper raksasa yang selanjutnya dibagi-bagikan kepada para pengunjung.

  1. Aceh Pada masyarakat Aceh Barat dan Aceh Selatan, Rabu Wekasan dikenal sebagai Rabu Abeh yang berguna untuk menolak bala. Mengapa Kotak Kosong di Pilkada Masih Banyak Setelah MK Permudah Syarat Pencalonan? Artikel Kompas.id Tradisi ini mulanya dilakukan dengan memotong kerbau dan membuang bagian kepalanya ke laut. Hal itu dilakukan untuk menolak bala atau bencana. Namun saat ini, tradisi tersebut kemudian diganti dengan pembacaan shalawat, zikir, dan doa.
  2. Banten Kampung Karundang Tengah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mempunyai tradisi bernama Dudus atau mandi kembang tujuh rupa yang sudah ada sejak masa Kesultanan Banten. Tradisi ini dilaksanakan dengan diikuti tradisi sedekah Bumi pada malam Rabu terakhir bulan Safar. Sebelum tradisi Dudus dilakukan, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan shalat dan riungan. Adapun tujuan dari tradisi ini yakni agar diberi panjang umur, sehat, banyak rezeki, terhindar dari bahaya, dekat jodoh, dan lain sebagainya.
  3. Gresik Masyarakat di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik juga mempertahankan Rebo Wekasan hingga saat ini. Perayaan Rebo Wekasan di desa tersebut dilakukan dengan sedekah Bumi berupa kegiatan doa bersama dan selamatan. Adapun tradisi Rebo Wekasan dilakukan di sekitar Telaga Suci atau sendang dekat Masjid Mambaul Thoat.
  4. Banyuwangi Masyarakat di sekitar Pantai Waru Doyong, Banyuwangi merayakan Rebo Wekasan dengan tradisi Petik Laut. Petik Laut dilaksanakan dengan cara menyelenggarakan doa bersama yang diikuti dengan ritual melarung sesaji yang diletakkan dalam sebuah kapal kecil ke tengah laut. Tradisi doa dan Petik Laut ini dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai cara untuk menolak musibah. 6. Kalimantan Selatan Masyarakat Kalimantan Selatan mengenal tradisi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar sebagai Arba Mustamir. Arba Mustamir merupakan kalimat dari bahasa Arab, artinya adalah Rabu Berkelanjutan. Tradisi ini dilaksanakan dengan berbagai cara, mulai dari pelaksanaan shalat sunah hinga membaca ayat suci dan doa-doa secara berjamaah.
  5. Maluku Tengah Masyarakat di Negeri Hitu Lama, Kabupaten Maluku Tengah merayakan Rebo Wekasan dengan tradisi Mandi Safar. Masyarakat masih meyakini bahwa ritual Mandi Safar akan mendatangkan keselamatan dan menghindarkan dari marabahaya atau musibah dan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa rangkaian acara seperti doa bersama, membuat panganan berupa lamet, dan ditutup dengan pelaksanaan mandi di pantai.

Hari Rabu terakhir di bulan Safar dikenal dengan istilah Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan,  Pada hari ini sebagian orang meyakini sebagai hari turunnya bala. Namun, keyakinan ini ulama berbeda pendapat, ada yang memang meyakini dan sebagian lainnya tidak

Di antara ulama yang meyakini turunnya bala ini ialah Syeikh Abdul Hamid Quds. Di dalam kitab Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur, ia mengatakan bahwa di hari Rabu Wekasan itu, ada 320 ribu bala yang turun untuk setahun

Oleh Karena itu, sebagai upaya untuk mencegah agar tidak terkena bala, sebagian ulama menganjurkan untuk melaksanaan Shalat sunnah Empat Rakaat, Lantas bagaiamana Hukum dan tata cara pelaksanaan Shalat rabu ekasan

Diketahui, ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukum shalat Rabu Wekasan. Salah satunya ialah Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari, yang mengatakan bahwa hukum shalat Rabu Wekasan itu haram. Alasannya, karena shalat Rabu Wekasan tidak ada asalnya dalam syariat

Namun, Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur menyebut bahwa Shalat Rabu Wekasan itu boleh. Akan tetapi dengan syarat bukan niat untuk Rabu Wekasan, melainkan diniatkan sebagai shalat sunnah mutlak.

Perbedaan pandangan para ulama di atas mengenai hukum shalat Rabu Wekasan merupakan hal lumrah. Masing-masing memiliki argumentasi yang berdasar sehingga tidak perlu saling dipertentangkan antara satu dan lainnya

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MIN 2 Pandeglang Laksanakan Pembukaan Asesmen Sumatif Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025

Tepat hari ini MIN 2 Pandeglang melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025 dibuka langsung oleh ketua pelaksana pada upacara pengibaran bendera merah p

02/12/2024 22:18 - Oleh Administrator - Dilihat 458 kali
UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA DI MIN 2 PANDEGLANG

  PANDEGLANG- madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Pandeglang gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila pada Hari Selasa 1 Oktober 2024 bertempat lapangan Utama dan dilanjutkan dengan nonton

03/10/2024 00:05 - Oleh Administrator - Dilihat 351 kali
UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA DI MIN 2 PANDEGLANG

  PANDEGLANG- madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Pandeglang gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila pada Hari Selasa 1 Oktober 2024 bertempat lapangan Utama dan dilanjutkan dengan nonton

03/10/2024 00:05 - Oleh Administrator - Dilihat 315 kali
MIN 2 PANDEGLANG BERPRESTASI TINGKAT PROVINSI DITANAH JAWARA BANTEN

    Salam Pramuka! Pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam pembentukan jiwa patriotik dan kecakapan hidup, karenanya Perkemahan Silaturahmi Pramuka Madrasah (

04/09/2024 13:24 - Oleh Administrator - Dilihat 329 kali
MIN 2 PANDEGLANG MELAKSANAKAN DOA BERSAMA DAN MAKAN KUPAT BERSAMA PADA REBO WAKESAN

Rebo Wekasan merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setiap hari Rabu Akhir pada bulan Safar dalam kalender Islam atau Hijriah. Adapun Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah

04/09/2024 12:56 - Oleh Administrator - Dilihat 397 kali
MASA TA'ARUF SISWA MADRASAH ( MATSAMA ) MIN 2 PANDEGLANG

MIN 2 PANDEGLANG ( 15 JULI 2024 ) – Pagi ini ada yang berbeda dari pagi sebelumnya,suasana Madrasah nampak ramai lebih pagi dari biasanya,hari pertama masuk sekolah dimana umumnya

15/07/2024 22:10 - Oleh Administrator - Dilihat 210 kali
LEPAS SAMBUT KEPALA MADRASAH MIN 2 PANDEGLANG DAN MTsN 5 PANDEGLANG

Dalam kehidupan adanya pertemuan, pasti juga akan ada perpisahan. Dan perpisahan telah mengajarkan kita betapa berharganya seseorang, ketika sudah tidak bersama. Rotasi mutasi pimpinan

12/07/2024 23:55 - Oleh Administrator - Dilihat 285 kali
TES KEMAMPUAN CALON SISWA DAN CEK ADMINISTRASI KELENGKAPAN CALON SISWA MIN 2 PANDEGLANG

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Pandeglang , menggelar seleksi bagi calon siswa - siswi baru untuk tahun ajaran 2024/2025, Senin (08/07/2024).

12/07/2024 23:45 - Oleh Administrator - Dilihat 264 kali
TES KEMAMPUAN CALON SISWA DAN CEK ADMINISTRASI KELENGKAPAN CALON SISWA MIN 2 PANDEGLANG

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Pandeglang , menggelar seleksi bagi calon siswa - siswi baru untuk tahun ajaran 2024/2025, Senin (08/07/2024).

12/07/2024 23:45 - Oleh Administrator - Dilihat 329 kali
MIN 2 PANDEGLANG MELAKSANKAN KEGIATAN PENILAIAN AKHIR TAHUN PELAJARAN 2023/2024

Mandalawangi  Juni 2024 – Penuh semangat dan fokus, para peserta didik  MIN 2 Pandeglang melaksanakan Penilaian akhir tahun semester Genap Tahun Pelajaran 2023/2024. Yan

12/06/2024 13:18 - Oleh Administrator - Dilihat 163 kali